Sekretaris Jenderal DPP PPP Muhammad Romahurmuziy (Romi) mengatakan, SDA juga tidak berhak menggelar rapat 'Pengurus Harian' versi dirinya karena mundurnya sejumlah nama yang ada dalam 'Surat Keputusan' bodong Nomor 1358 dan 1359, karena kemarin rapat 'Pengurus Harian' yang diadakannya, hanya dihadiri tidak lebih dari 6 orang saja.
SDA juga secara sewenang-wenang memecat pimpinan dan anggota sekretariat DPP PPP. Ini, kata Romi, mengukuhkan watak SDA yang angkuh, mau menang sendiri dan pro kekerasan.
"Menyedihkan, baru kali ini sepanjang Indonesia merdeka ada pemimpin yang berwatak demikian, orang kecil yang tak bersalah tapi bisa menatap kebenaran, dia libas juga," ujar Sekjen PPP ini dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (17/9).
Romi menambahkan, melihat tingkah laku SDA sekarang, mantan Menteri Agama yang sudah menjadi tersangka KPU itu sedang kalap.
"SDA kalap, ditemani orang-orang yang juga tidak lagi berpikir. Mereka tidak lagi pakai otak, tapi mereka hanya mengedepankan otot. Saya pikir, tipe pemimpin demikian hanya ada di dunia lain, bukan di partai politik. Saya betul-betul tidak menyangka," tandas Romi.
Sebelumnya, kubu Romi memecat SDA dari kursi ketua umum karena terbukti telah melanggar konstitusi partai. SDA ditetapkan KPK menjadi tersangkan dalam kasus korupsi dana haji.
Konflik di internal PPP semakin memanas, Romi selanjutnya yang dipecat dari posisi sekretaris jenderal dan kader PPP oleh SDA. Selain Romi, SDA juga memecat Suharso Monoarfa dan Emron Pangkapi sebagai kader PPP. Sementara, Lukman Hakim Syaifuddin hanya dicopot dari jabatan Wakil Ketua Umum PPP.
[rus]
BERITA TERKAIT: