Selama ini, pemegang gelar doktor kebijakan energi itu memandang Komisi VII tempatnya bertugas (periode 2009-2014) diisi mayoritas anggota yang tidak memahami dengan baik kerumitan di dunia migas.
"Di komisi VII, kalau saya lihat petanya, yang benar-benar paham migas di bawah 50 persen. Sisanya tidak mengerti sama sekali. Bisa dilihat dari siapa saja yang sering bicara di media," ujar Dewi dalam diskusi "Korupsi di Pusaran Migas" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/9).
Untuk eksekutif, Dewi berpesan kepada calon presiden yang segera dilantik, Joko Widodo. Diharapkan, Jokowi menaruh perhatian lebih pada pos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Menurutnya, yang diperlukan untuk sektor energi dan SDM nasional bukan sekadar kapasitas ilmu dari sang menteri.
"Ini pesan buat Pak Jokowi. Untuk ESDM ini bukan diperlukan kapasitas ilmu saja, tapi dia harus sudah teruji di bidang itu," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: