POLEMIK BBM

Jokowi Harus Siap-siap Dicaci Maki Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 29 Agustus 2014, 08:23 WIB
Jokowi Harus Siap-siap Dicaci Maki Rakyat
joko widodo/net
rmol news logo . Presiden SBY ingin mengakhiri pemerintahannya dengan baik-baik dan rakyat bisa mengenangnya dengan baik juga. Makanya SBY tidak mau memenuhi permintaan Jokowi menaikkan harga BBM.

"Jelas nggak maulah SBY menaikkan BBM. Itu langkah yang sangat tidak populer. Sedangkan dia ingin berhenti baik-baik, dengan husnul khatimah," kata pakar politik Universitas Padjadjaran Dr Dede Mulkan, tadi malam (Kamis, 28/8).

Dengan penolakan ini, lanjutnya, Jokowi harus siap-siap menerima cacian rakyat di awal pemerintahannya nanti. Mau tidak mau, tahun ini harus ada kenaikan BBM. Jika tidak APBN akan jebol dan akan berdampak makin parah.

"Jokowi siap-siap saja dengan caci makian dengan kenaikan nanti," ucapnya.

Agar cacian tidak terlalu tajam, Dede menyarankan tim transisi Jokowi membuat strategi untuk menyampaikan ke publik menengenai perlunya kenaikan ini. Kalau strateginya berhasil, mungkin Jokowi tidak terlalu dicerca dengan kenaikan itu seperti yang dialami SBY.

"Ini akan menjadi tes bagi Jokowi, mampu nggak dia memanaj hal ini. Mampu nggak dia mengkomunikasi ke rakyat bahwa kenaikan tidak bisa dihindari," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA