"Saya ingin meluruskan berita yang sengaja diplintir oleh
kompas.com," tegas Mahfud kepada redaksi, Kamis (14/8).
Mantan Ketua Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Prabowo-Hatta ini menjelaskan, ia tidak pesimis Prabowo-Hatta menang di MK. Yang dia katakan adalah, bahawa ia pesimis pembuktian klaim 67 juata suara untuk Prabowo bisa dilakukan dalam sidang MK. Sebab waktu sidang pembuktian tinggal dua hari lagi. MK takkan sempat memeriksa bukti-bukti di sidang atas ratusan ribu dokumen itu.
"Jadi saya tak bilang pesimis menang atau kalahnya Prabowo, tapi pesimis sidang-sidang MK bisa menghitung angka 67 juta itu sebagai bukti," jealas Mahfud.
Nyatanya sampai hari ini, sambung Mahfud, tidak ada pemeriksaan dokumen untuk klaim suara itu di sidang-sidang MK.
"Jadi, soal klaim jumlah suara saya pesimis untuk bisa diperiksa oleh MK, bukan pesimis menang. Ada pun soal peluang menang Prabowo saya bilang
fifty-fifty, sebab pemeriksaan bukti pelanggaran prosedurnya tampaknya berjalan baik," katanya.
"Tinggal bagaimana lebih meyakinkan hakim. Media lain menulis tentang
fifty-fifty itu, tapi
kompas.com memelintir kata-kata 'pesimis ada waktu memeriksa di sidang menjadi pesimis menang'," terang mantan Ketua MK itu meluruskan.
[rus]
BERITA TERKAIT: