Sebagai calon pemimpin negara, Jokowi semestinya ikut menenangkan masyarakat, khusus pendukungnya dengan mengungkapkan, akan mengikuti dan patuh dengan keputusan KPU, 22 Juli nanti.
"Jokowi harus katakan ikut keputusan final KPU," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Harmonis kepada redaksi, Rabu (16/7).
Menurutnya, Jokowi tidak perlu menyatakan siapa menang siap kalah, karena demokrasi adalah edukasi bukan kompetisi. Jokowi hanya disarakan mengikuti keputusan KPU dengan legowo.
"Jokowi dan Megawati pada 9 Juli lalu sudah menyampaikan kemenagan, dikhawatirkan
euforia itu masih dielu-elukan pendukung. Jadi, kalau nggak menang nanti di KPU, ditakutkan bisa ribut. Makanya Jokowi harus menenangkan masyarakat pemilih dengan mengatakan mengikuti apapun keputusan KPU," ujar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Pascasarjana UMJ ini.
Harmonis menambahkan, Gubernur Jakarta nonaktif itu harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bahwa hitungan cepat lembaga survei adalah sebagai referensi, bukan keputusan final.
[rus]
BERITA TERKAIT: