Apalagi sampai menekan atau mengintimidasi lembaga penyelenggara pemuli, KPU.
Menurut Taslim, adalah kekeliruan besar dari pernyataan Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi yang menyebut, kalau hasil surveinya berbeda dengan KPU pada 22 Juli nanti, bukan pihaknya yang salah, namun ada kekeliruan di KPU.
Hasil hitung cepat Pilpres 2014 yang dilakukan Indikator menunjukkan kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan 52,95 persen, sementara Prabowo-Hatta hanya mendapat 47,05 persen.
"Tudingan Burhanudin kalau Prabowo menang maka KPU yang salah, ini pernyataan yang tidak tepat dan provokatif," tegas Taslim kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (11/7).
Untuk diketahui, KPU itu ada lembaga yang independen dan para komisionernya di semua tingkatan dipilih melalui proses, mereka pada umumnya sudah teruji, mereka disumpah untuk berlaku jujur dan adil, serta semua anggaran yang digunakan bersumber dari APBN.
"Maka saya berharap kita semua untuk tidak saling memaksakan hasil yang kita dapatkan, biarkanlah KPU bekerja sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan," kata Anggota DPR ini.
"Saya minta jangan coba menekan dan mengintimidasi KPI," tambah Taslim.
[rus]
BERITA TERKAIT: