"Revolusi Mental ala Jokowi adalah membangun manusia yang berkepribadian Indonesia; Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; berperikemanusiaan; memilliki tradisi musyawarah mufakat; bergotong royong dan selalu memperjuangkan terwujudnya keadilan sosial," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Rabu, 2/7).
Terkait dengan keraguan Fadli Zon selaku Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta terhadap konsep revolusi mental gagasan Jokowi, Hasto menilai keraguan itu terjadi karena Fadli merupakan sosok pengagum Karl Marx. Dan dengan untaian bunga merah yang dipersembahkan Fadli Zon di makam Karl Marx tersebut menegaskan mengapa Fadli Zon begitu menyukai ilmu menyerang yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia.
Hasto menjelaskan, revolusi mental adalah menyiapkan manusia Indonesia yang berkarakter, sehat, cerdas dan berdaya guna untuk kepentingan bangsanya. Hasto mencontohkan bentuk konkret revolusi mental adalah menempatkan guru sebagai salah satu tiang negara. Guru yang mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kualitas didiknya karena tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pada saat bersamaan kesejahteraannya juga meningkat .
"Dengan begitu, revolusi mental diciptakan melalui pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Suatu program yang tidak mungkin dilaksanakan oleh Koalisi Prabowo Hatta yang sarat dengan gerbong partai yang di dalamnya banyak tersandera kasus korupsi," ujarnya.
Dengan revolusi mental pula, lanjut Hasto, maka penerimaan negara akan meningkat karena patriotisme aparat negara yang mengharamkan korupsi. Imbasnya, penerimaan negara yang meningkat bisa digunakan untuk menaikkan gaji PNS. "PNS sejahtera karena penyelamatan kekayaan negara dari pencurian, mafia impor daging, mafia minyak dan ilegal loging," terangnya.
Pendeknya, jelas Hasto, revolusi mental memerlukan pemimpin yang bersih dan tanpa beban. "Dengan demikian revolusi mental adalah cara mengejar ketertinggalan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. Selamat datang kebangkitan baru Indonesia bersama Jokowi-JK," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: