Karena itu, muncul dugaan pemecatan Nusron bukan semata karena dukungan pada Jokowi-JK. Bisa jadi Nusron dipecat karena sengaja mau disingkirkan. Bagaimanpun, berdasarkan aturan partai, dia paling berpeluang menjadi pimpinan DPR.
Atas isu dan dugaan ini, Nusron tak membantah bila memang ada ketentuan bahwa suara terbanyak dalam pileg menjadi pintu untuk menduduki posisi pimpinan DPR. Hal ini berdasarkan hasil Rapimnas Golkar V pada November 2013.
Namun, Nusron tak mau berspekulasi bahwa itu menjadi salah satu sebab dirinya dipecat dari Golkar selain alasan dirinya mendukung pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014. Baginya, masalah yang ada sangatlah kompleks.
"Tapi yang paling pokok bagi saya adalah bahwa internal Golkar sedang tidak sehat. Tidak ada suasana demokratis. Yang ada adalah suasana penekanan dan oligarkis," katanya beberapa saat lalu (Selasa, 1/7).
Secara terpisah, Politisi Partai Golkar lainnya yang ikut dipecat, Poempida Hidayatulloh, menyatakan dirinya setuju dengan situasi adanya tekanan ke Golkar untuk memberhentikan mereka bertiga. Sebab, sosok seperti dirinya dianggap sebagai orang yang berada di garis depan Jokowi-JK khususnya ketika berbicara ke publik melalui media massa.
"Kami yang aktif untuk menangkal isu-isu negatif. Nusron dengan GP Ansor-nya memang memperkuat basis Jawa Timur, dan Agus Gumiwang di Jawa Barat dan Banten gerakannya sangat baik dalam menggalang dukungan," jelas Poempida.
[rus]
BERITA TERKAIT: