"Jokowi-JK lebih memilih pendekatan itu. Maka pendidikan karakter bisa masuk dalam semua mata pelajaran. Dari situlah budaya inventing terus dikembangkan," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, tekait debat cawapres dengan tema SDM dan Iptek beberapa saat lalu (Senin, 30/6).
Di saat yang sama, katanya lagi, Jokowi-JK memberikan kepercayaan penuh pada kemampuan produksi nasional. Dengan demikian, di mata Jokowi-JK, SDM dan Iptek merupakan satu sisi mata uang, dan di sisi lainnya adalah ekonomi berdikari yg menjadi dasar agar Indonesia berdaulat.
Hasto pun menyesalkan Hatta Rajasa, yang sempat menduduki kursi Menteri Riset dan Teknologi plus pengalaman lebih dari 13 tahun di Pemerintahan, namun tak memiliki banyak prestasi. Adalah ironi besar bila seseorang dengan peluang jabatan demikian hanya bisa membuat UU. Itu pun, sebenarnya UU tak patut dibanggakan karena produk legislasi merupakan fungsi bersama Pemerintah dan DPR.
"Sangat disayangkan bahwa 13 tahun Hatta Rajasa di Pemerintahan, dengan jabatan yang strategis, hingga pos Menko Perekonomian, ternyata prestasi terbesarnya adalah membuat undang-undang," kata Hasto.
Hasto menambahkan persoalan pemerintahaan saat ini. Misalnya terkait dengan jalan-jalan raya rusak parah, listrik byar pet, beban impor PLN membesar, impor pangan masuk rekor terbesar dan impor daging dikorupsi. Belum lagi pembangunan kilang minyak tidak pernah terealisasi akibat lobi importir minyak.
[rus]
BERITA TERKAIT: