KH Hasyim Muzadi: Golkar Tak Pantas Lagi Dititipi Suara NU Jika Nusron Dipecat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 26 Juni 2014, 14:45 WIB
KH Hasyim Muzadi: Golkar Tak Pantas Lagi Dititipi Suara NU Jika Nusron Dipecat
HASYIM MUZADI/NET
rmol news logo Sebelum memecat Nusron Wahid, DPP Golkar seharusnya memahami esensi suara rakyat. Sebab, Nusron adalah caleg peraih suara terbanyak Golkar dengan raihan 243 ribu pemilh dalam Pileg 2014 lalu.

"Logikanya, bila Nusron benar dipecat, sama dengan memecat 243 ribu warga pemilihnya dimaksud, serta mengalihkan perwakilan rakyat yang seharusnya kepada Nusron diberikan kepada orang lain," kata mantan Ketua Umum PB Nahdatul Ulama (NU), Hasyim Muzadi, dalam keterangannya (Kamis, 26/6)

Hasyim mengatakan, suara terbanyak yang diraih Nusron di dapilnya itu pasti suara kaum Nahdliyin. Karena itu, Hasyim menekankan bahwa seandainya Nusron menjadi korban ketidakadilan politik, Nusron masih bisa kembali ke keluarga sendiri yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia pun akan mendukung perjuangan Nusron.

"Kalau ternyata ikut tetangga lebih sengsara daripada di rumah besar NU sendiri. Anak muda seperti Nusron tidak selayaknya semangatnya dipatahkan oleh yang tua-tua. Kalau sekarang dia berjuang karena keyakinan NU-nya, berarti memang Golkar sudah tidak pantas untuk dititipi suara NU," tegas Hasyim.

Dalam kesempatan ini, Hasyim menilai wajar saja bila Nusron Wahid, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Poempida Hidayatulloh menggugat pemecatan oleh DPP Partai Golkar. Sebab terkesan pemecatan itu bukan bagian dari proses penegakan aturan, melainkan berdasarka selera pimpinan.

"Bila memang demi penegakan aturan semestinya pihak yang dipecat lebih dulu adalah Jusuf Kalla dan Luhut Panjaitan. Sebab JK mencalonkan diri sebagai cawapres Jokowi dan Luhut adalah tim sukses resmi Jokowi-JK," demikian Hasyim.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA