Demikian disampaikan Jenderal (Purn) TNI Pramono Edhie Wibowo yang pagi ini (Minggu, 22/6) akan bertolak ke Hamburg, Jerman untuk ikut hadir dalam upacara pengiriman pertama (roll out) 52 tank Leopard dari 164 unit yang telah dipesan TNI AD melalui Kementerian Pertahanan tahun 2013 lalu. Upacara pengiriman paket pertama tank Leopard ini sedianya akan dilaksanakan di Unterluss, Jerman.
"Alutsista Indonesia termasuk yang paling terbelakang bahkan diantara beberapa tetangga negara ASEAN. Selama ini Indonesia hanya mengandalkan pada tank tempur ringan seperti Scorpion, dan AMX-13. Ketiga jenis tank ringan ini terbilang sudah uzur," jelas Edhie dalam keterangan tertulisnya.
Sesuai dengan perjanjian jual beli yang dilakukan pada tahun 2013 lalu, Kemenhan telah memesan 164 tank Leopard jenis main battle tank (MBT) dan medium tank IFV Marder. Tank Leopard ini dibeli lengkap beserta amunisi, peluru latihan dan suku cadang dari perusahaan Jerman, Rheinmettal AG, atas persetujuan Pemerintah Jerman. Rencananya, 52 tank yang terdiri dari 26 MBT dan 26 marder ini bisa tiba di Indonesia dalam waktu dekat dan bisa diperagakan pada upacara perayaan hut TNI 5 Oktober mendatang.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: