Karena itu juga, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) terus menjaring pemilih pemula dan juga massa mengambang untuk memenangkan Jokowi-JK. Caranya dengan mendorong pasangan Jokowi-JK fokus pada dua agenda kesejahteraan rakyat.
"Agenda pertama, mengatasi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Bangun direktorat jendral baru di Kementerian Tenaga Kerja yang mengurusi masalah pengangguran. Direktorat ini yang akan bertugas untuk menciptakan lapangan kerja," kata Koordinator Kampanye Almisbat, Indra P Simatupang, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 25/5).
Agenda kedua, lanjut master Monash University dan La Trobe Australia ini, adalah dengan membuat program di bidang pangan. Dan karena berdasarkan data statistik titik pusat kemiskinan itu ada di desa-desa maka harus ada kebijakan yang terkait dengan lahan.
"Mereka masuk ke lembah kemiskinan karena tidak memiliki akses terhadap lahan, dan abainya pemerintah dalam mengupayakan peningkatan produktivitas petani lahan kering. Lahan pertanian yang tak memiliki sistem irigasi," jelasnya.
Menurut Indra, apabila jumlah lahan pertanian kering yang luasnya mencapai 5,7 juta hektar ini ditingkatkan produktivitasnya maka dapat dipastikan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras dari vietnam.
Karenanya, lanjut Indra, Jokowi dalam penyusunan program ke depan, harus tepat sasaran dan efisien. Rakyat jangan dibiarkan menunggu harapannya datang. Pemerintah ke depan harus segera mencarikan jalan keluar dari persoalan yang diderita rakyat.
[rus]
BERITA TERKAIT: