Ada tiga alasan AMM, panggilan Ali, menjatuhkan pilihannya mendukung duet Prabowo-Hatta. Pertama, visi dan misi Prabowo-Hatta sesuai dengan visi dan misinya saat menjadi peserta konvensi capres Partai Demokrat.
"Saya mengusung visi misi saat menjadi peserta konvensi capres Demokrat. Karena itu, sangat tidak mungkin pilihan saya berbeda jauh dengan pasangan yang jauh dari visi misinya," kata AMM sesaat lalu (Minggu, 25/5).
Kedua, lanjut AMM, karena pertimbangan nasionalisme karena bagi NU, NKRI dan negara kebangsaan adalah prinsip yang tidak boleh diganggu gugat. Sebagai warga NU AMM melihat sejauh mana nasionalisme kedua pasangan capres yang saat ini bertarung sesuai dengan prinsip-prinsip kenegaraan NU.
"NKRI adalah harga mati bagi NU. Masih mengenai NU, tentu saya akan melihat mayoritas warga NU itu menjatuhkan pilihannya kepada siapa. Di situlah saya akan menentukan pilihan," imbuh AMM dalam pesan elektoniknya kepada redaksi.
Ketiga, hati nurani sebagai penentu pilihan. Dalam beberapa pandangan dan pidato duet capres itu, AMM mengaku hatinya bergetar, khususnya saat bicara tentang masa depan Indonesia.
"Karena pertimbangan itulah, saya cenderung menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Hatta," beber Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.
[dem]
BERITA TERKAIT: