"Trah Soekarno yang diinginkan jadi cawapres Jokowi adalah Puan Maharani. Puan sebagai "Putri Mahkota" Megawati diyakini oleh kalangan internal PDIP mempunyai kemampuan sebagai wapres," ujar pengamat politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi (Senin, 12/5).
Prediksi lainnya, kata Andi William, kegalauan Megawati karena mendengarkan banyaknya "bisikan" dari orang-orang di sekitarnya yang menjadi 'tim sukses' figur ekternal yang menginginkan menjadi cawapres Jokowi. Para pembisik misalnya 'merayu' Megawati dengan alasan orang yang disodorkannya tepat menjadi cawapres Jokowi karena berpengalaman, mewakili kalangan Islam dan Indonesia timur.
Menurut Andi William, kegalauan Megawati juga akibat partai-partai pendukung Jokowi sebagai capres, yakni Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sudah tentu permintaan kedua partai tersebut mesti dipenuhi karena tanpa mereka tiket pencapresan Jokowi raib.
Akibat buruk dari posisi tersebut, kata Andi William, Megawati bisa menunjuk cawapres yang merugikan Jokowi di Pilpres 9 Juli mendatang. Untuk itu dia menyarankan Megawati sesegera mungkin mengumumkan cawapres dan membentuk tim sukses pemenangan bersama dengan partai pendukung. Bukan justru partai pendukung membuat tim sukses masing-masing.
"Selain itu partai pendukung juga dapat melakukan konsolidasi secara efektif, dengan menggerakkan mesin-mesin politiknya di tingkat akar rumput," demikian Andi William.
[dem]
BERITA TERKAIT: