SBY Tentukan Koalisi di Injury Time

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 28 April 2014, 09:30 WIB
SBY Tentukan Koalisi di <i>Injury Time</i>
sb Yudhoyono
rmol news logo . Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, arah koalisi akan ditentukan pada detik-detik akhir atau injury time jelang pendaftaran capres-cawapres di KPU, pertengahan Mei 2014.

Setelah menutup debat terakhir konvensi capres Demokrat di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (27/4), SBY menegaskan bahwa partainya akan terus mematangkan proses politik di internal terlebih dahulu. Sembari terus menjalin komunikasi dengan partai-partai politik di luar Demokrat.

Menurut SBY, keputusan menjalankan sejumlah tahapan internal bertujuan agar Demokrat memperoleh keputusan yang tepat. Demokrat juga ingin menunjukkan sikap bahwa koalisi dengan partai lain tidak sekadar didasari hitung-hitungan politik.

"Koalisi bukan sekadar sekian persen tambah sekian persen sehingga menjadi cukup untuk mengajukan calon sendiri, bukan itu. Atau agar Partai Demokrat tidak ketinggalan kereta dukung capres A atau B," tutur Kepala Negara ini.

Demokrat, lanjut SBY, bukan partai yang oportunistis. Partai yang hanya mengejar agar tidak sampai terlewat untuk bisa masuk dalam barisan koalisi tertentu. Kata SBY, partainya mendasarkan diri pada niat agar jika nanti berhasil meraih mandat memerintah lima tahun ke depan, koalisi yang terbangun benar-benar mendorong keberhasilan pemerintah.

"Bukan, sekali lagi, persentase ketemu dengan persentase, apalagi dengan (mengajukan) persyaratan yang tidak semestinya, bukan," tandas presiden RI yang hampir menyelesaikan periode keduanya tersebut.

Di luar proses internal partainya, SBY juga memaparkan perlunya mencocokkan platform partainya dengan visi dan misi partai lain sebagai pertimbangan berkoalisi. Platform Demokrat yang dia maksud di antaranya adalah yang telah tertuang dalam program aksi, termasuk sasaran umum dan sebelas sasaran khusus yang dalam pileg lalu menjadi bahan kampanye.

"Kami tentu tidak dukung kalau platform partai itu bertentangan total dengan apa yang menjadi platform Demokrat," tegasnya.

SBY menambahkan seperti dikutip dari JPNN, lebih baik partainya berada di luar pemerintahan jika menghadapi kondisi tersebut. "Kami akan jadi bagian solusi dan tetap berkontribusi bagi kemajuan bangsa meski dengan cara berbeda," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA