"JK seorang pengusaha. Secara ideologis dia tidak akan bisa sinergis dengan perjuangan kaum buruh," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat dihubungi sesaat tadi (Kamis, 24/4).
Menurut Iqbal, para buruh benar-benar khawatir jika PDIP jadi mengusung duet Jokowi-JK. JK sangat pro upah murah. Sikap dan pandangan politik JK ini menambah panjang catatan buruk Jokowi karena dia juga masih bermasalah dengan buruh terkait minimnya upah minumum regional provinsi DKI tahun ini yang ditetapkan Jokowi.
JK, kata Iqbal, pengusung paling konsisten dari politik pencabutan subsidi BBM yang merugikan rakyat kecil termasuk buruh. Dengan segala alasan, JK sangat konsisten dengan politik pencabutan subsidi BBM. Politik model demikian, kata Iqbal, jelas JK cenderung membela kepentingan pengusaha ketimabang rakyat kecil.
"Harusnya yang dilakukan hajar mafia dan kartel BBM. Dengan begitu bisa dilakukan efisiensi biaya sehingga harga BBM tidak perlu naik karena mencabut subsidi," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan Iqbal, para buruh juga tidak bisa menaruh harapan terhadap JK karena dia perwakilan dari kaum neoliberal. JK dipaksakan bisa mendampingi Jokowi dibawah dukungan Ketua Apindo Sofyan Wanandi dan CSIS atau melalui lembaga "think tank"-nya
"Terus terang sangat mengkhawatirkan kalau Jokowi jadi dipasangkan dengan JK," demikian Said.
[dem]
BERITA TERKAIT: