Gerindra dan Golkar Sama-sama Berpeluang Berkoalisi dengan Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 21 April 2014, 08:34 WIB
Gerindra dan Golkar Sama-sama Berpeluang Berkoalisi dengan Demokrat
Umar S. Bakry/net
rmol news logo Selain partai berbasis Islam, Partai Demokrat juga berpeluang besar untuk bergabung dengan Partai Gerindra.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Umar S. Bakry dalam keterangannya, Senin (21/4).

Ia menejalaskan, koalisi Gerindra-Demokrat terwujud jika Dahlan Iskan atau Gita Wiryawan dipilih oleh SBY menjadi cawapres.

Namun jika SBY memilih Pramono Edhie Wibowo sebagai cawapres, maka lebih pas disandingkan dengan Capres Partai Golkar Aburizal Bakrie.

"Kalau Pramono Edhie maka pilihan koalisi Demokrat adalah Partai Golkar," tandas Umar.

Sebelumnya Umar mengatakan, partai Islam (PKB, PAN, PKS dan PPP) diyakini akan lebih memilih berkoalisi dengan Partai Gerindra daripada dengan PDI Perjuangan maupun Partai Golkar. Sedikitnya ada tiga faktor yang membuat peluang Partai Gerindra lebih didukung partai Islam daripada dua poros koalisi lainnya.

Pertama, secarai deologis platform Gerindra lebih bisa diterima bahkan didukung oleh partai Islam. Gerindra yang menonjolkan nasionalisme dan anti dominasi asing lebih nyetel dengan aspirasi sebagian besar konstituen partai Islam.

Kedua, secara historis tidak pernah ada friksi antara partai Islam dengan Prabowo Subianto maupun dengan Gerindra. Bahkan saat masih aktif di dinas kemiliteran Prabowo dikenal sebagaisosok perwira yang selalu membela kepentingan ormas-ormas Islam yang dimarjinalkan rezim Orde Baru.

Ketiga, sikap PDI Perjuangan yang katanya tidak menghendaki koalisi transaksional secara tidak langsung menguntungkan posisi Gerindra. Prabowo akan menjadi alternatif bagi partai-partai yang kecewa terhadap sikap Jokowi dan PDI Perjuangan. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA