PKB misalnya, mengalami kenaikan suara sangat signifikan dibanding tahun 2009 dengan memperoleh sekitar 9 persen suara, sementara perolehan suara PKS, PAN dan PPP stabil.
Jurubicara Presiden era Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M. Massardi, mengingatkan naik atau stabilnya perolehan suara PKB, PKS, PAN dan PPP dalam pemilu 2014 bukan berarti umat setuju perilaku korup yang dicerminkan para pimpinan parpol tersebut. Kondisi tersebut juga bukan berarti umat memaklumi pimpinan parpol yang selama ini tak peduli nasib rakyat.
"Tapi harus dipahami sebagai pemberian kesempatan oleh umat agar bertobat dan memperbaiki kelakuan serta berjuang untuk menyejahterakan rakyat," kata Adhie dalam Maklumat Jumat-nya, Jumat (18/4).
Pimpinan parpol, katanya, selama ini tak peduli nasib rakyat yang dibikin makin melarat oleh rezim SBY yang justru dibela mati-matian mereka.
Dikatakan, demokrasi merupakan cara untuk menyejahterakan rakyat tertindas lagi miskin. Karenanya dia Adhie mengingatkan, kalau kepercayaan dan kesempatan yang diberikan umat pada pemilu 2014 malah dijadikan persekongkolan untuk sekedar meraih kekuasaan guna kembali memperkaya diri para pimpinan parpol, maka sungguh azab Allah sangat pedih.
"Urungkanlah niat persekongkolan itu, kecuali demi kemaslahatan umat dan bukan untuk menghadang kekuatan perubahan. Karena sesungguhnya, demokrasi itu cara untuk menyejahterakan mereka (orang-orang yang tertindas lagi miskin)," demikian Adhie.
[dem]
BERITA TERKAIT: