
Untuk kepentingan bangsa yang lebih besar, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto diharapkan berpikir rasional dan tidak jumawa dalam menentukan pasangan capres-cawapres pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.
Pengamat komunikasi media politik dari Universitas Indonesia (UI), Dr Irwansyah mengatakan, kalau PDI Perjuangan dan Partai Gerindra bisa berkoalisi dan mengusung duet Prabowo-Jokowi atau sebaliknya, diyakini pilpres akan berlangsung dengan satu putaran.
"Dua tokoh ini kuat, mereka diterima masyakat," ujar Irwansyah kepada redaksi, Kamis (17/4).
Ia menjelaskan, Prabowo adalah sosok yang cerdas dan tegas, sementara Jokowi adalah figur yang merakyat dan memiliki popularitas.
"Namun popularitas kan tidak cukup. Kita butuh pemimpin yang cerdas dan tegas untuk mengurai benang kusut negeri ini. Yang paling kelihatan itu ada di tangan Prabowo," tandas Irwansyah.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: