Pakar politik Muhammad AS Hikam menilai bisa saja Jokowi-Puan dimajukan berkat koalisi PDIP-Nasdem. Tapi, sangat riskan jika paket tersebut benar-benar diusung.
"Kemungkinan Jokowi menang satu putaran sangat kecil," kata Hikam dalam akun
facebook-nya (Rabu, 16/4).
Menurut Hikam, PDIP harus hati-hati dan berfikir berulang-ulang sebelum memutuskan mengusung Jokowi-Puan. Hal yang harus diperhitungkan antara lain soal dukungan partai-partai Islam.
Hikam mengatakan mayoritas pendukung partai Islam atau pendukung tokoh-tokoh seperti Jusuf Kalla, Hatta Rajasa, dan Mahfud MD akan 'lari' ke pasangan capres-wapres lain jika PDIP mengusung duet Jokowi-Puan. Bahkan, Jokowi-Puan akan mendapat pesaing tangguh jika Prabowo menggandeng salah satu dari tiga nama tersebut sebagai cawapresnya.
Kalau sudah demikian, kata Hikam, sangat besar peluang Jokowi bertemu Prabowo di putaran kedua. Dan jika itu terjadi, katanya, hal yang harus dihitung PDIP kemudian adalah dukungan pasangan yang kalah sebelumnya, misalnya Aburizal Bakrie dan cawapresnya, apakah bisa mengalir ke Jokowi-Puan. Tanpa pertimbangan ini duet Jokowi-Puan sangat riskan.
"Peran parpol-parpol Islam pada Pilpres 2014 akan menentukan dan kemungkinan pasangan Prabowo dengan cawapres dari kelompok Islam mengungguli pasangan Jokowi-Puan akan kian terbuka," demikian Hikam.
[dem]
BERITA TERKAIT: