Informasi yang diperoleh redaksi, tim pemenangan dibentuk bersama seorang purnawirawan jenderal. Tim pemenangan disusun lengkap dengan bagan organisasi.
Jokowi tidak asing dengan sang jenderal. Hubungan keduanya sudah terjalin lama saat Jokowi masih menjabat Walikota Solo. Jokowi berutang banyak kepada sang jenderal karena bisnis miliknya dan keluarga berkembang cukup besar hasil 'sapihan' sang jenderal.
Tim sukses tinggal mendapat persetujuan Megawati Soekarnoputri dan mengumumkannya ke publik. Tapi jadi persoalan karena menguat kekhawatiran Megawati bakal tidak setuju. Sang Jenderal diketahui aktif di salah satu partai politik dengan jabatan sangat strategis. Bahkan, dia juga memegang kendali tim pemenangan capres yang diusung partai tersebut.
Guna memuluskan langkahnya, sang Jenderal sudah menguasai sejumlah elit PDI Perjuangan yang selama ini dikenal dekat dengan Megawati alias Ring 1-nya Megawati.
Informasi lainnya, sang Jenderal sangat berkeinginan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Sang jenderal memasang strategi lain, yakni setelah jadi cawapres Jokowi dan terpilih di pilpres, bakal mengambil alih kendali partai tempatnya kini bernaung.
Di lain posisi, Jokowi mengambil alih PDI Perjuangan dari Megawati dan trah Soekarno. Rencana ini gampang dilakukan ketika Jokowi jadi presiden meskipun Megawati sudah menyampaikan pesan lewat dua petinggi partainya meminta agar Jokowi tidak menjadi ketua umum PDI Perjuangan.
[dem]
BERITA TERKAIT: