"Dalam komitmen itu, kalau suara PKB mencapai 15 persen, maka PKB wajib menggolkan Bang Haji jadi presiden," kata Ketua Rhoma Irama For Republik Indonesia (RIFORRI), Waskito kemarin (Selasa, 15/4).
Tapi faktanya, lanjut Waskito, suara PKB belum menembus 10 persen. Artinya kewajiban dalam komitmen politik antara Cak Imin dengan Bang Haji atau kewajiban PKB mengusung capres Rhoma bisa dibilang tak berlaku. PKB dalam Pileg 9 April 2014 lalu dari hasil hitung cepat hanya meraih sekitar 9 persen.
Namun ia berharap agar PKB tetap menjaga etika politik dalam memelihara hubungan baik yang selama ini sudah terjalin dengan Rhoma. Maksud Waskito, seharusnya ada tanda terimakasih dari PKB kepada Rhoma Irama, salah satu tanda terimakasihnya dengan tetap memperjuangkan Rhoma menjadi capres atau cawapresnya PKB.
"Tapi itu terserah di sana (PKB) saja. Karena buat RIFORRI, kemungkinan Bang Haji menjadi capres masih terbuka kok, dan kami akan tetap memperjuangkannya ke arah sana. Lihat saja tanggal mainnya," tandas Waskito seperti dilansir dari
JPNN.
Sebelumnya Rhoma Irama ikhlas ditinggalkan PKB, alias tidak menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari PKB. Apa yang dilakukan Rhoma dalam hal ini memenangkan PKB adalah untuk perjuangan amar ma'ruf nahi mungkar. Jadi kalau kesimpulan akhirnya Rhoma ditinggal PKB, Raja Dangdut itu tak masalah.
[rus]
BERITA TERKAIT: