Begitu informasi yang beredar di kalangan elit yang sampai ke redaksi sesaat tadi (Selasa, 15/4). Penyebab menguatnya dilema tersebut karena ternyata Jokowi sekarang tidak seperti yang dihebatkan sebelum pileg digelar. Harapan ada Jokowi effect dalam pileg, ternyata tidak terjadi.
Banyak pengamat menyebut yang nyata terjadi adalah Prabowo effect atau Rhoma effect, bukan Jokowi effect. Tak ada Jokowi effect, hasilnya PDIP hanya memperoleh suara 19%, jauh dari suara yang ditargetkan sebesar 30%.
Itulah mengapa orang-orang di Badan Pemenangan Pemilu PDIP galau. Beda dengan lawan-lawan politiknya, Jokowi dijajakan bagai makanan cendol ke sana ke mari mulai ke parpol, dubes hingga ke pemilik modal.
Lebih tepat kini koalisi yang dibangun Jokowi dan PDIP koalisi cendol. Dengan siapapun Jokowi tidak akan mampu mengangkat di atas 29 persen, bahkan bis drop. Tidak akan terjadi Pilpres satu putaran seperti 2009.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: