"Harusnya yang dibicarakan soal mau dibawa kemana Indonesia kedepan," ujar Sekjen Pusat Aspirasi Kaum Buruh Indonesia (PASKABI) Sucipto dalam pesan elektroniknya kepada redaksi (Minggu, 13/4).
Menurut dia pembahasan koalisi capres cawapres semestinya dilakukan berdasarkan visi bagaimana memperbaiki bangsa dan negara. Misalnya, terkait masalah dimana sekarang ini semua kebutuhan kita mulai dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan sekunder sangat tergantung pada produk luar negeri.
Atau, pembicaraan koalisi didasarkan pada pertimbangan bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat karena sekalipun Indonesia kaya raya akan sumber daya alam tetapi masih menjadi negara miskin.
"Sangat naif sekali pimpinan partai maupun capres-capres yang ada hanya memetingkan diri sendiri dan kelompoknya," imbuh Sucipto.
Dia mengatakan saat ini kita benar-benar menunggu kehancuran karena pemimpin partai maupun capres-capres yang ada membicarakan masa depan bangsa dan negara bukan berdasarkan kepentingan rakyat.
"Masing-masing ketua partai mengaku pantas menjadi capres dan menjadi cawapres padahal mereka tidak visioner. Model capres dan cawapres yang beredar di pasaran transaksi politik merasa dirinya paling pantas memimpin negara ini, padahal merekalah yang akan menipu rakyat," demikian Sucipto.
[dem]
BERITA TERKAIT: