Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini, menilai Mahfud merupakan sosok tepat untuk menata atau memerbaiki kondisi bangsa yang tengah karut marut di bidang penegakan hukum.
"Masalah yang lain seperti ekonomi memang krusial juga, tapi kompleksitas persoalan bangsa ini bermuara dari lemahnya penegakan hukum," ujar Gus Solah di Jakarta Selatan, Minggu (13/4).
Karena itu, Gus Solah lebih cenderung mendukung Mahfud sebagai capres maupun cawapres ketimbang Muhaimin Iskandar atau Rhoma Irama.
Sebelumnya adik kandung Gus Dur ini mengatakan, PKB sebaiknya tidak melakukan koalisi dengan partai manapun, jika tidak bisa mengusung salah satu figur yang sudah mereka kampanyekan sebagai kandidat capres pada kampanye menjelang pileg lalu. "Kalau nggak bisa mengusung salah satu di antara Mahfud atau Rhoma, ya ngapain koalisi," ungkapnya seperti dilansir dari
JPNN.
Lebih baik, kata Gus Solah, PKB yang memperoleh suara 9 persen versi hitungan cepat pileg lalu memimpin koalisi partai papan tengah, karena secara otomatis lebih berpeluang mengusung capres sendiri.
[rus]
BERITA TERKAIT: