"Kalau memang saya diajak untuk menduduki jabatan itu (cawapres), saya katakan saya bersedia," kata Akbar dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi, hari ini (Minggu, 13/4).
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menyatakan dirinya akan dapat dukungan dari internal Golkar sebagai cawapres.
Akbar merasa aneh langkahnya maju sebagai cawapres dipermasalahkan. Sementara ada tokoh Golkar lain yang juga melakukan manuver-manuver serupa, seperti Jusuf Kalla.
"Kalau Pak JK boleh apa bedanya. Saya juga tentu boleh," demikian Akbar.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: