Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod Al Barbasy kepada redaksi Kamis (10/4).
"Kalau hitungan saya, pemilu 2014 rumpun "partai Islam" perolehannya cukup bagus, sekitar 33 persen, lebih tinggi dari pemilu 2009 yang hanya sekitar 26 persen. Ini modal potensial untuk buat 'kubu Islam'," kata dia.
Masih berdasarkan hasil hitungan cepat kemarin, Murod meyakini akan ada empat pasangan capres-cwapres; Jokowi dengan koalisinya, Prabowo Subianto dengan koalisinya, Aburizal Bakrie dengan koalisinya dan pasangan dari kubu Islam.
"Tiga pasang pertama bisa disebut aliran partai sekuler atau Herbert Feith menyebutnya nasionalisme. Dan satu pasang dari kubu Islam," terang Jurubicara Ormas PPI ini.
Menurut Murod, andai kubu Islam solid, peluangnya untuk menang terbuka lebar.
"Diyakini Jokowi akan bertarung hebat memperebutkn suara di basis massa nasionalis dan abangan. Aburizal juga diyakini akan memancing di kolam yang sama. Artinya ini peluang bagi kubu Islam," tandas Murod.
Hasil hitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kemarin, suara lima partai berbasis Islam; PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB cukup signifiknan. Berikut hasil akhir selengkapnya; PDI Perjuangan 19,77 persen, Golkar 14,61 persen, Gerindra 11,80 persen, Demokrat 9,73 persen, PKB 9,07 persen, PAN 7,47 persen, PPP 7,08 persen, PKS 6,61 persen, Nasdem 6,24 persen, Hanura 5,26 persen, PBB 1,36 persen, dan PKPI 0,97 persen.
[rus]
BERITA TERKAIT: