"Saya tidak optimis akan terpilih menjadi presiden," kata Yusril saat debat publik kelima Capres Konvensi Rakyat di GOR Sabuga ITB, Bandung, kemarin.
Sistem rekrutmen kepemimpinan yang membuat Yusril ragu bisa menempati kursi RI 1. Menurut Yusril yang juga capres dari Partai Bulan Bintang (PBB), model rekrutmen yang berlaku saat ini yang membuat dirinya tersingkir.
"Orang-orang model saya ini akan tersingkir. Tidak mungkin, kecil kemungkinannya terpilih menjadi presiden. Orang yang populer menjadi presiden bukan seperti saya. Bukan orang yang pernyataan-pernyataannya intelektual seperti mereka yang disamping kita ini," kata Yusril menunjuk enam kandidat capres konvensi rakyat yang ikut debat.
"Sekarang orang yang populer dan laku menjadi presiden orang yang wajahnya
wong deso, yang lugu, yang kalau ditanya jawabnya: 'wong saya aja nggak ngerti'. Sayangnya, saya ini walaupun orang kampung tampang tidak
wong deso," sambung Yusril.
Meski tidak menyebut siapa capres yang sedang dimaksud, tapi sudah bisa diterka arah sentilan Yusril tersebut. Capres
wong deso yang dimaksud Yusril adalah Joko Widodo alias Jokowi. Di banyak kesempatan Jokowi memang sering menyatakan "
nggak mikir", "
wong saya aja
nggak ngerti" dan sejenisnya.
"Kalau seperti ini pemimpin kita kedepan, bangsa ini akan mudah didikte dan dikendalikan oleh bangsa-bangsa lain," demikian Yusril.
[dem]
BERITA TERKAIT: