Dituding Elit Golkar Amerika Sentris, Dino Pilih Jawab Melalui Twitter

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 23 Februari 2014, 22:53 WIB
Dituding Elit Golkar Amerika Sentris, Dino Pilih Jawab Melalui Twitter
rmol news logo Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat yang juga mantan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal menjawab tudingan Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Indra J Piliang. Dino menyampaikan jawaban atas tuduhan Indra yang menyebut Dino Amerika sentris karena selalu mengaitkan berbagai hal di Indonesia dengan negeri paman sam, melalui twitter.

"Banyak yang tanya dan kritik mengapa saya katakan para santri Pondok Pesantren As Salam, Tuban, Jawa Timur lebih tangguh dari siswa SMA di Amerika Serikat," kata Dino dalam akun twitter miliknya, @dinopattidjalal (Minggu, 23/2).   

Dia menilai pernyataannya itu sangat berdasar dengan kondisi nyata pesantren tersebut saat dirinya berkunjung pada 14-15 Februari 2014. Dino mengatakan, semua santri di pesantren As Salam hidup bergotong royong, saling membantu dalam proses pembelajaran dan berpikiran terbuka terhadap dunia luar.   

"Walaupun banyak dari keluarga tidak mampu, para santri As Salam sama sekali tidak merasa rendah diri dan menyambut saya dengan penuh percaya diri," ujarnya.

Dino mengatakan, selama dirinya menginap di pesantren tersebut, ada nilai nilai yang dimiliki santri santri As Salam namun tidak dimiliki pelajar di AS. Dia mencontohkan seperti para santri yang bangun jam 03.30 WIB lalu sholat subuh bersama, kemudian belajar kelompok dengan sistem para senior membimbing junior.

"Setelah belajar pagi, mereka mandi lalu mulai masuk sekolah pukul 07.00 WIB hingga siang hari, istirahat, sekolah kembali. Setelah itu para santri ikut kegiatan ekstrakurikuler, makan malam, belajar, dan tidur pukul 22.00 WIB," katanya.

Ciri khas lain dari pesantren itu menurut dia, para santri menyambut dirinya dengan tiga bahasa yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris. Selain itu menurut dia, dalam diskusi antara dirinya dan para santri, pertanyaan yang dilontarkan sangat tajam dalam yang diungkapkan dalam bahasa Inggris.

"Para santri pesantren As Salam sangat disiplin, tidak pernah mengeluh dan semuanya sangat menurut dan taat pada Ustad dan Ustadzah," katanya.

Indra J Piliang sebelumnya mengkritik Dino Patti Djalal yang dinilainya masih belajar dalam politik. "Mereka mengatakan terkejut melihat ini dan itu, menandakan sedang alami 'culture shock' masuk dalam dunia politik," kata Indra (Rabu, 19/2).

Indra juga mengkritik Dino yang mengatakan pondok pesantren di Indonesia lebih bagus dibandingkan sekolah di Amerika Serikat. Sikap itu menurut Indra menunjukkan "trademark" Dino masih amerikasentris, yaitu selalu mengaitkan berbagai hal di Indonesia dengan Amerika.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA