Anis Matta: Pemira PKS Ibarat PON Menuju Olimpiade

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 23 Februari 2014, 11:11 WIB
Anis Matta: Pemira PKS Ibarat PON Menuju Olimpiade
anis matta/net
rmol news logo . Pemilihan Raya (Pemira) yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diklaim sudah sejak lama dijalankan, atau jauh sebelum heboh calon presiden dan konvensi capres. Pemira PKS memunculkan tiga bakal capres, Hidyat Nur Wahid, Anis Matta dan Ahmad Heryawan.

"Memang selama ini Pemira hanya ramai di internal, tidak diekspos. Sekarang kami buka agar masyarakat tahu proses kaderisasi," kata Presiden PKS Anis Matta lewat akun twitternya, @anismatta, Minggu (23/2).

Jelas Anis, prinsip Pemira adalah, calon pemimpin itu harus diterima (acceptance). Kalau di internal saja acceptance dan belum kuat, bagaimana ke luar.

"Ibaratnya, Pemira adalah PON untuk memilih atlet yang akan ikut Olimpiade. Ada kompetisi, tapi yang lebih penting kaderisasi," imbuhnya.

PKS, kata Anis, bertanggung jawab memastikan kader yang nanti diajukan punya acceptance dan competence. Makanya di tes dulu. PKS juga memastikan prosesnya terbuka dan transparan. Bukan hanya kader, publik pun bisa melihat dan menilai.

Lalu pertanyaann, kata Anis, kenapa bakal capres PKS ada tiga orang, bukan satu orang. Ia menjelaskan, itu bukan karena nomor urut PKS 3. Tapi prinsipnya lebih dari satu nama capres, maka ada ruang buat penilaian dan perimbangan.

"Kalau dari awal langsung satu (capres), maka Pemira (PKS) sebagai kaderisasi tidak berjalan. Kompetisi internal tertutup. Publik tidak punya pilihan," imbuh mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sekarang ungkap Anis, dia, Hidayat dan Aher sedang menawarkan gagasan. Tidak hanya kepada kader, tapi juga kepada publik yang luas. "Semangatnya fastabiqul khairat," terangnya.

"Pada waktnya nanti, PKS akan mengajukan capres yang definitif sebagai pertanggungjawaban kaderisasi kepada publik. Publik silakan menilai," tambah Anis Matta. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA