Media Darling Harus Diubah Jadi Media Warning

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Rabu, 08 Januari 2014, 13:59 WIB
<i>Media Darling</i> Harus Diubah Jadi <i>Media Warning</i>
foto: net
Kecil Besar
rmol news logo Era pencitraan yang menyesatkan harus diakhiri dalam Pilpres 2014. Pencitraan harus diganti dengan visi dan kompetensi para capres.

"Presiden itu bukan manusia setengah dewa, yang penting dia punya visi dan kompetensi. Bukan modalnya pencitraan yang selama ini terbukti menyesatkan," ujar Direktur Eksekutif The President Center, Didied Mahaswara, kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/1).

Pernyataan ini dikemukakan Didied dalam rangka menyambut 2014 sebagai "Tahun Politik" dan mengajak agar semua elemen demokrasi menjadikan tahun 2014 sebagai "Tahun Politik Yang Sehat", di mana era pencitraan berakhir.

"Media darling harus diubah jadi media warning, karena selama ini pencapresan terkesan menawarkan figur pemimpin kepada rakyat yang bagai burung beo dalam sangkar, menyampaikan program-program tetapi kemampuan para capres tersebut dalam mengelola pemerintahan sangat terbatas," kata Didied lagi.

Didied menunjuk Konvensi Rakyat yang digagas Solahudin Wahid Cs sebagai konvensi capres yang menawarkan ide-ide dan visi. Pesertanya antara lain Dr Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, dan beberapa lainnya. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA