"Sesuai penjelasan yang saya peroleh dari Pak Jusuf Kalla, beliau menanyai satu persatu menteri yang hadir termasuk kepada Pak Boediono. Boediono pada rapat tersebut menyampaikan paparannya. Dari paparan yang disampaikan Pak Boediono, tidak satupun menyebutkan bahwa Bank Century bermasalah dan butuh bantuan dana sebesar 630 miliar rupiah," kata Media Officer JK, Husain Abdullah, kepada redaksi (Minggu, 24/11).
Husain mengatakan sejak semula JK, sapaan Jusuf Kalla, tidak pernah dilapori tentang "nasib" Bank Century. Pada rapat tanggal 20 November tersebut Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia tidak memberi laporan tentang kondisi Bank Century.
Karena tidak terdapat hal-hal spesifik terhadap perekonomian nasional kecuali rupiah terkoneksi menyusul krisis di Amerika menjadi 12.400 rupiah per dolar AS, ujar Husain lagi, rapat saat itu menyimpulkan kondisi perekonomian Indonesia masih baik.
Kesimpulan kondisi perekonomian Indonesia yang masih baik , katanya, juga disampaikan Anggito Abimayu selaku Kepala Badan Pengendali Fiskal Departemen Keuangan RI dalam jumpa pers seusai rapat 28 November 2008 digelar sore hari. Anggito menyatakan bahwa kondisi perekonomian nasional masih terkendali.
Makroekonomi Indonesia masih sesuai target dengan pertumbuhan rata-rata per tahun 6,2 persen dengan perlambatan di kuartal III dan IV. APBN 2008 juga disampaikan berada dalam titik aman dengan target pencapaian penerimaan naik 5 persen di atas APBN-P.
"Anggito juga mengemukakan, surplus APBN 2008 cukup membantu pembiayaan APBN 2009 yang kritis. Defisit juga turun menjadi 1,1 persen terhadap PDB (Rp 51 triliun) dari perkiraan 2,1 persen. Surplus bisa dipakai untuk 2009," papar Husain yang menambahkan JK saat ini sedang berada di London untuk menjadi pembicara pada Seminar Perdamaian.
[dem]
BERITA TERKAIT: