PPI: Wajar Ruhut Ditolak Jadi Ketua Komisi III

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 15 November 2013, 21:14 WIB
PPI: Wajar Ruhut Ditolak Jadi Ketua Komisi III
rmol news logo Gaya komunikasi politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat. Ia justru lebih sering tampil layaknya pelawak meski dalam forum-forum resmi.

Begitu ujar pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Iwan Nur Iswan dalam diskusi mingguan di markas PPI, Duren Sawit, Jakarta, Jumat (15/11).

"Jadi wajar kalau Ruhut ditolak sebagai Ketua Komisi III," ucap Iwan disambut tawa audiens.

Sebagai anggota Komisi III DPR, katanya, Ruhut seharusnya pandai menempatkan diri saat hadir di depan publik. Bukan menampilkan karakter "si Poltak Raja Minyak" seperti saat masih menjadi artis.

Lebih lanjut, analis politik PPI ini mencontohkan bagaimana seorang pelawak di Amerika Serikat, Al Franken, yang menjadi senator di negara bagian Minnesota. Usai terpilih, Franken pandai menempatkan dirinya dengan tidak terlalu sering mengeluarkan pernyataan yang sifatnya remeh-temeh.

"Meski suka menghibur, tetapi hal itu dilakukannya hanya sesekali dan bukan dalam kapasitas sebagai pejabat publik," imbuh dia.

"Seharusnya Ruhut juga menyadari posisi dan punya kualitas dalam mengeluarkan statement. Sulit membedakan apakah Ruhut sedang melawak atau serius," tandasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA