"Saya sedang pelajari, sedang mempertimbangkan kedua pernyataan itu. Kalau betul (ada), saya akan pertimbangkan apakah perlu ada langkah-langkah yang harus diambil," ujar Anas, inisiator Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu usai diskusi mingguan PPI di kediamannya, Duren Sawit, Jakarta (Jumat, 1/11).
Di ILC Ruhut menyebut, pertama Anas jadi Komisioner KPU di tahun 2001-2005 karena ada penugasan dari Golkar. Kedua, andai usai jadi Komisioner KPU Anas tidak masuk Demokrat, maka ia sudah barang tentu masuk penjara.
Jika pernyataan itu benar dilontarkan Ruhut, Anas merasa kredibilitasnya sebagai anggota KPU yang mandiri rusak.
"Saya tidak pernah ditugasi oleh partai tertentu, bahwa semua anggota lewat
fit and proper test di DPR iya. Tapi kalau ditugasi parpol tertentu itu pernyataan yang sangat serius buat saya, karena sangat merusak kredibiltas independensi saya," tambahnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: