Anas Urbaningrum: Pertemuan Grontostory dan Grontokrasi Munculkan Degenerasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 25 Oktober 2013, 14:19 WIB
Anas Urbaningrum: Pertemuan Grontostory dan Grontokrasi Munculkan Degenerasi
anas urbaningrum/net
rmol news logo Substansi dari peristiwa sejarah, Sumpah Pemuda sangat penting untuk dikaji terus menerus. Terlebih episode Sumpah Pemuda ini merupakan awal dari episode-episode perjuangan berikutnya.

Begitu kata Inisiator Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Anas Urbaningrum saat memberi sambutan acara diskusi bertajuk "Refleksi Sumpah Pemuda : Memajukan Pergerakan Pemuda Indonesia" di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta (Jumat, 25/10).

Lanjutnya, sejarah ini sangat monumental karena digagas oleh kaum muda yang berkesadaran, lantaran telah mendapat nutrisi baru yang disebut pendidikan. Artinya, mewujudkan pemuda yang berpendidikan sangat penting dalam menyongsong perubahan.

"Spirit inilah yang akan dibangun saat ini. Karena kalau tidak di bangun saya khawatir pemerintahan ini akan jadi Grontostory atau sejarah yang hanya diukir oleh orang tua," ujar mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Bukan kemudian mengharuskan golongan muda harus membabat habis golongan tua. Tapi, lanjut dia, minimal yang muda punya peran lebih besar. Peran yang lebih besar untuk golongan muda ini sangat penting agar negara tidak terjadi deregenerasi.

"Kalau Grontostory dan Grontokrasi ketemu, maka akan muncul degenerasi," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA