Begitu kata Inisiator Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Anas Urbaningrum saat memberi sambutan acara diskusi bertajuk "Refleksi Sumpah Pemuda : Memajukan Pergerakan Pemuda Indonesia" di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta (Jumat, 25/10).
Lanjutnya, sejarah ini sangat monumental karena digagas oleh kaum muda yang berkesadaran, lantaran telah mendapat nutrisi baru yang disebut pendidikan. Artinya, mewujudkan pemuda yang berpendidikan sangat penting dalam menyongsong perubahan.
"Spirit inilah yang akan dibangun saat ini. Karena kalau tidak di bangun saya khawatir pemerintahan ini akan jadi Grontostory atau sejarah yang hanya diukir oleh orang tua," ujar mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.
Bukan kemudian mengharuskan golongan muda harus membabat habis golongan tua. Tapi, lanjut dia, minimal yang muda punya peran lebih besar. Peran yang lebih besar untuk golongan muda ini sangat penting agar negara tidak terjadi deregenerasi.
"Kalau Grontostory dan Grontokrasi ketemu, maka akan muncul degenerasi," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: