"Tidak benar BIN mengambil paksa, menculik, dan menjemput paksa Profesor Subur. Untuk apa kita menjemput beliau, tidak ada masalah yang mengharuskan BIN meminta keterangan Profesor Subur," katanya sebagaimana dikutip kantor berita
Antara Sabtu (19/10) malam.
lebih jauh ia mengaku kecewa dengan pemberitaan ini karena telah menyudutkan lembaga yang ia pimpin tersebut. "Saya menyayangkan pemberitaan yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Subur Budhisantoso digosipkan diculik aparat BIN saat hendak menghadiri diskusi di kediaman pribadi pendiri Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum, kemarin (Jumat, 18/10). Kabar itu menyebutkan bahwa Subur dijemput aparat BIN sekitar empat jam sebelum menjadi pembicara sebuah diskusi.
Para awak media massa sempat bertanya-tanya kepada panitia diskusi di kediaman Anas mengapa hanya ada satu narasumber, mantan anggota KPU Chunusl Mariyah, yang hadir. Moderator diskusi, M. Rahmad, sempat menjelaskan kepada wartawan.
Pukul 09.00 pagi, katanya, Subur dijemput oleh BIN. Ajudan Subur kemudian menyampaikan bila mau bertemu langsung dengan Subur, bisa datang langsung ke Kalibata, di kantor BIN. Panitia pun kemudian langsung meluncur ke daerah Kalibata. Sampai di kantor BIN, panitia tidak diperkenankan masuk dan menemui Subur.
Kabar semakin santer setelah media sosial latah menyerbarkan rumor ini. Bahkan, sebuah video di youtube menayangkan rekaman penjelasan dari panitia diskusi yang menceritakan penjemputan Subur.
[ian]
BERITA TERKAIT: