Sedangkan pilihan maju dengan menggunakan kendaraan Partai Gerindra, diakuinya karena hanya partai ini yang konsen memperhatikan indeks perkembangan manusia (IPM). Selain itu, Pak Bondan juga mengaku terkesan dengan kicauan dari akun twitter milik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
@Prabowo08 yang acapkali berkicau tentang IPM dan kondisi gizi anak-anak.
Menurutnya, tidak ada partai ataupun figur selain Gerindra dan Prabowo yang menunjukkan kepedulian tentang gizi, yang sebenarnya merupakan kebutuhan fundamental dalam perkembangan Indonesia.
"Setelah saya pelajari, ternyata setiap Prabowo mendapat kesampatan untuk bicara, ia selalu menyempatkan untuk memaparkan kondisi gizi anak Indonesia. Saat ini 1 dari 3 anak di DKI Jakarta mengalami malnutrisi. Kondisinya lebih parah di daerah timur Indonesia dimana sampai 2 dari 3 anak di NTT kurang gizi," ujar pria yang akrab dengan jargon 'maknyus' ini, dalam rilis yang diterima redaksi (Minggu, 6/10).
Saat ini Pak Bondan terdaftar sebagai calon anggota DPR-RI nomor urut 2 di Dapil DKI 2 (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Luar Negeri) dari Partai Gerindra. Dalam tiap kampanye, ia berjanji akan memperjuangkan agar negara bisa menjamin gizi ibu hamil dan anak-anak. Ia ingin agar perkembangan anak bisa jadi lebih sempurna, menciptakan kantin sehat di sekolah-sekolah, dan mengkampanyekan gaya hidup dan makan sehat agar Indonesia bisa lebih sehat, pintar dan berdikari.
"Saya tidak mau lagi anak Indonesia kalah sebelum bertanding karena masalah gizi," tutup Pak Bondan.
[ian]
BERITA TERKAIT: