Menurutnya, peraturan ini memicu para caleg untuk rajin turun ke bawah guna mendengarkan aspirasi Dapil masing-masing.
"Di sana kita bisa memahami keluhan masyarakat. Karena, kalau mau membantu orang tapi tidak mengerti masalahnya itu akan sulit sekali," ujar wanita yang pernah menikah siri dengan raja dangdut Rhoma Irama ini dalam diskusi bertema "Alat Peraga Dibatasi, Ongkos Kampanye Melambung Tinggi" yang diadakan Komunitas Jurnalis Peduli Pemilu (KJPP) di Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (27/9).
"Jadi peraturan KPU ini sangat saya dukung," lanjutnya.
Perempuan yang kini tampil di publik dengan pakaian muslimah ini menyarankan agar para caleg menggunakan gaya "blusukan" dalam bersosialisasi. Di samping lebih bisa dekat dengan rakyat, cara ini juga lebih murah ketimbang memasang alat peraga.
"Pakaian gaya blusukan itu tidak mahal. Kita tinggal ngobrol di alun-alun dengan masyarakat. Intinya cuma butuh waktu dengan masyarakat. Tidak membutuhkan biaya yang besar, ketimbang ke percetakan," tambahnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: