Hanura Senayan Minta Polisi Prioritaskan Teror Penembakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 11 September 2013, 15:57 WIB
Hanura Senayan Minta Polisi Prioritaskan Teror Penembakan
rmol news logo Fraksi Hanura DPR RI meminta polisi memprioritaskan pengusutan aksi penembakan Bripka Sukardi. Bukan semata karena menyangkut anggotanya sendiri tetapi sekaligus untuk memberi rasa aman bagi masyarakat.

"Polisi harus membuat prioritas pengusutan terhadap kasus penembakan yang menimpa Bripka Sukardi. Indonesia tidak boleh kalah dengan aksi-aksi  terorisme yang mengarah kepada aparat keamanan maupun masyarakat," ujar Ketua Fraksi Hanura DPR RI, Sarifudin Sudding, dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (11/9).

Suding menyatakan prihatin dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas tewasnya anggota Provost Polair Mabes Polri tersebut. Almarhum tewas setelah ditembak orang tak dikenal di depan kantor KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Untuk memberikan rasa aman kepada warga, kata Suding, Polisi juga harus membuat langkah-langkah khusus. Langkah tersebut perlu segera dilakukan, agar aksi-aksi penembakan yang terjadi beberapa waktu terakhir tidak terulang kembali, serta membuat rakyat trauma, sehingga mengurangi kepercayaan mereka pada aparat kepolisian.

"Jangan sampai aksi-aksi penembakan seperti ini membuat masyarakat menjadi kurang percaya terhadap polisi. Oleh karena itu, polisi harus membuat langkah-langkah khusus secepatnya.  Ini untuk memberi rasa aman warga masyarakat.  Jangan sampai kejadian penembakan yang akhir-akhir ini beberapa kali terjadi membuat masyarakat takut untuk pergi sendirian. Ini harus menjadi prioritas utama Polri," tambah anggota Komisi hukum yang bermitra kerja dengan Polri ini.

Sudding juga mengurai langkah khusus yang dimaksud adalah dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan para anggota saat bertugas di lapangan, terutama di daerah-daerah rawan, serta memperbaharui prosedur-prosedur pengamanan terhadap anggota, terutama pada saat bertugas melayani anggota masyarakat.

Terkait seringnya anggota polisi menjadi sasaran penembakan, wakil rakyat dari Sulawesi Tengah ini meminta kepada Kapolri agar bisa menjaga kondisi mental dan psikologis anggotanya, agar tetap sigap dan profesional dalam bertugas.

"Polisi tentunya sudah memiliki strategi yang sifatnya teknis, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Di sisi lain, Kapolri juga harus menjaga mental dan psikologis anggotanya, agar mereka tetap sigap di lapangan, profesional, serta berani menghadapi risiko saat bertugas," papar Sudding. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA