Capres Wajib Memahami Visi Maritim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 09 September 2013, 14:37 WIB
Capres Wajib Memahami Visi Maritim
foto: net
rmol news logo Indonesia sebagai negara kepualau terbesar di dunia dengan jumlah pulau 17.504 yang luas wilayah lautnya 2/3 dari total luas wilayahnya, tentu miliki kekhususan dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Dengan konfigurasi geografis seperti itu, tentu sangat diperlukan sebuah paradigma pembangunan yang berbeda dengan negara-negara lain di dunia.

"kita tidak bisa menciplak strategi pembangunan negara manapun di dunia, karena Indonesia sangat berbeda, baik aspek geografis, kultur masyarakat, keragaman suku bangsa dan lain sebagainya, sehingga diperlukan treatmen khusus pula," kata Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI), Y Paonganan kepada wartawan, Senin (9/9).

Untuk menjadikan Indonesia sesuai cita-cita para pendiri bangsa ini dan keinginan seluruh rakyatnya, Paonganan mengatakan, tentu dibutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar memahami kondisi tersebut. Pemimpin yang miliki Visi Maritim adalah sosok yang paling idela untuk memimpin bangsa ini.

"Kami dari MI mendesak partai-partai politik yang nantinya akan mengusung calon presiden, agar benar-benar menyeleksi calon tersebut bukan saja dari kepopuleran atau elektabilitas yang tinggi, tapi yang paling penting adalah bagaimana visi dan strategi dia nantinya untuk benar-benar menjadikan Indonesia negara yang makmur dan sejahtera dan pandai mengelola negara ini karena miliki Visi Maritim," ujar Ongen, biasa disapa.

Ongen mengatakan, IMI jika diperlukan, siap membantu partai-partai politik untuk memberikan masukan dan menguji visi maritim dari tokoh-tokoh yang akan diusung menjadi calon presiden.

"Kita butuh pemimpin yang visioner, bukan pemimpin yang populer karena mampu "menjual" dirinya dengan memanfaatkan media dan segala macam strategi mencari simpati rakyat agar elektabilitasnya naik," tandas pakar maritim ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA