Iswahyudi ditangkap di kediaman kakak perempuannya, di kawasan Pintu Air RT 6/3, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat penangkapan terjadi, keluarga besar Iswahyudi tengah berkumpul dan bercanda gurau.
"Ada 15 anggota Densus langsung menyergap suami saya, sontak suami saya kaget ada apa ini. Kita lagi kumpul-kumpul silaturahmi karena mertua saya datang, dan disitu juga ada adik ipar saya, ada tiga orang anak saya dan keponakan-keponakan saya juga ada, yang paling besar itu kelas tiga SD," beber Sukinah kepada wartawan di ruang pengaduan Komnas Ham, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/8) petang.
Lanjut Sukinah, tanpa ada surat penangkapan anggota Densus 88 langsung masuk dan menanyakan keberadaan suaminya yang juga pengusaha Kebab di daerah Bekasi Timur.
"Kata mertua saya ada apa, ada apa. Langsung didorong sama Densus, pas didorong ada anak kecil di belakang mertua saya. Suami saya langsung dibawa," sambung Sukinah bercerita.
Sukinah mengaku sempat mempertanyakan surat penangkapan suaminya kepada anggota Densus.
"Mana surat penangkapannya, Tidak ada, jawab anggota. Mana surat tugasnya, dikasihlah tapi yang sudah kadaluarsa," cecar Istri Iswahyudi mengingat kejadian itu.
Sukinah pun menuturkan, tindakan paksa yang dilakukan anggota Densus tersebut bisa menimbulkan traumatik terhadap psikologi anak-anaknya. Bahkan anak pertama Sukinah yang masih berumur lima tahun sempat berteriak histeris mempertanyakan penangkapan ayahnya.
"Anggota itu mengatakan diam-diam. Otomatis pistol Densus itu kena anak-anak kecil di sekitar saya itu. Itu kan menimbulkan psikis terhadap anak-anak saya dan trauma, apalagi anak saya yang umur 2,5 tahun ini," ujarnya.
Hingga saat ini, Sukinah mengaku belum mendapat kejelasan mengenai lokasi penahanan suaminya, termasuk alasan penangkapan paksa itu.
"Tuduhan terhadap suami saya membawa senpi (senjata api). Saya pikir mana ada. Saya sudah enam tahun dengan suami saya tidak ada apa-apa. Lalu pas penggeledahan di kontrakan saya, saya tidak diikutsertakan. Dengan ditangkapnya suami saya, otomatis nafkah dari suami sudah tidak ada. Saya kan dagang, sampai sekarang garis polisi masih dipasang," tutur Sukinah pilu.
[wid]
BERITA TERKAIT: