"Saya belum tahu perkembangannya soal dinamit," ujar Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Nanan Sukarna di kantornya, Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (3/7).
Nanan hanya berharap, orang yang mengambil bahan peledak itu tidak mengetahui bahwa itu adalah dinamit yang bisa membahayakan banyak orang.
"Mudah-mudahan mereka salah ngambil dodol. Disangkanya dodol makanan, tapi dodol itu (dinamit)," tandas mantan Inspektur Pengawasan Umum Polri itu.
250 Dinamit itu hilang dalam perjalanan dari Marunda, Jakarta Utara menuju lokasi tambang PT BSP di Cigudeg, Bogor. Bahan peledak itu dibawa dari gudang PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Subang dengan menggunakan 4 truk pada Rabu, (26/6) pukul 14.00 WIB. Truk kemudian tiba di lokasi perusahaan (PT BSP), pada Kamis (27/6) pukul 04.00 WIB, dan baru diketahui hilang pukul 06.00 WIB.
Sebelumnya, polisi telah memeriksa sebanyak 15 orang atas kejadian ini, yaitu satu anggota Brimob, lima orang satpam, empat orang sopir, satu transporter, satu kepala teknisi, dan tiga orang pekerja PT BSP. Selanjutnya, pihak Polisi juga sudah mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan bahan peledak tersebut. [rsn]
BERITA TERKAIT: