BNP2TKI Harapkan TKI Perawat Harumkan Bangsa di Jepang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 22 Juni 2013, 19:02 WIB
BNP2TKI Harapkan TKI Perawat Harumkan Bangsa di Jepang
bnp2tki/ist
rmol news logo Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), mengharapkan para TKI perawat yang akan ditempatkan di Jepang berorientasi mengharumkan nama baik bangsa dengan mempertaruhkan moralitas pelayanan berikut solidaritas keperawatan, kerja keras, maupun sikap profesionalisme selama menjadi tenaga perawat (nurse) di sejumlah rumah sakit serta panti perawatan lanjut usia (careworker) negara tersebut.

Harapan itu disampaikan Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro kepada 155 TKI perawat program penempatan antarpemerintah (Government to Government/G to G) Indonesa-Jepang tahun 2013 di Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/6).

Para TKI perawat itu terdiri 48 nurse dan 107 lainnya merupakan careworker. Mereka akan diberangkatkan ke Jepang  pada 25 Juni nanti. Ke 155 TKI perawat ini adalah angkatan VI terkait penempatan TKI perawat oleh BNP2TKI mulai 2008 lalu. Satu orang TKI perawat careworker angkatan VI di luar 155 ini, telah berangkat ke Jepang pada 27 Mei 2013.

Agusdin mengatakan, sebagai lembaga pemerintah yang langsung menangani penempatan TKI perawat ke Jepang, BNP2TKI secara rutin melaksanakan program orientasi dan pembekalan sebagaimana kali ini.

Menurut Agusdin, 155 TKI perawat telah mengikuti seleksi ketat administrasi di samping tahapan psikotes oleh BNP2TKI, termasuk melalui program pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan di tanah air. Para TKI perawat juga akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Osaka sebagai program lanjutan 6 bulan ke depan.

"Setelah itu, mereka akan mulai bekerja sebagai asisten perawat di berbagai rumahsakit dan panti perawatan lansia yang ada di Jepang," jelas Agusdin.

Selama masa pelatihan baik di Indonesia ataupun Jepang, tambah Agusdin, para TKI calon perawat ini berada dalam penampungan asrama, bahkan pemerintah Jepang memberi uang saku harian sebesar 10 dolar USD untuk TKI perawat saat memasuki program pelatihan bahasa, di luar jaminan biaya akomodasi.

Ia menyebutkan, para TKI perawat di Jepang dikontrak untuk masa tiga tahun bagi yang bekerja sebagai nurse, dan empat tahun untuk careworker.

Sementara itu, gaji mereka di tempatnya masing-masing juga tergolong tingg, yakni Rp 20 juta per bulan untuk TKI perawat nurse serta Rp 17,5 juta per bulan untuk carewporker. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA