Kali ini, nasib nahas menimpa TKI asal Kediri, Zainal Abidin. TKI yang telah 10 tahun bekerja di Malaysia sebagai tukang bangunan ini terpaksa merenggang nyawa di Malaysia setelah kecelakaan kerja yang dia alami karena kurangnya alat standar keamanan.
"Umur korban adalah 43 tahun. Beliau memiliki dua anak dan satu istri dikampung. Kronologinya, pada 5 Maret (Selasa) jam 4.15 sore lalu, saat bekerja plaster dia terpeleset dari lantai 8 tanpa alat standar pengamanan," ujar Sekjen For Migran, Mohamad Ali Rahman kepada
Rakyat Merdeka Online, (Kamis, 7/4).
Menurut Ali, ambulans baru datang tiga jam kemudian dan barulah jenazah bisa dibawa oleh pihak polisi Malaysia ke Rumah Sakit Serdang Kuala Lumpur untuk kemudian di otopsi.
"Pada hari ini mayat rencananya dibawa pulang ke Kediri menggunakan cargo pesawat lewat Surabaya. For Migran Indonesia juga akan ikut mendampingi keluarga korban" sambungnya lagi.
Ali juga menyatakan bahwa Zainal Abidin adalah pekerja legal yang memiliki kelengkapan surat-surat.
"Ada asuransi Malaysia dan sedang diurus didampingi For Migran Indonesia. Jenazah korban sendiri baru diotopsi pada keesokan harinya yaitu Rabu, 6 Maret jam 9 waktu Malaysia. Keadaan mayat muka hancur, tangan kiri patah," demikian Ali
.[wid]
BERITA TERKAIT: