Hartati Murdaya Curhat ke Titiek Puspa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 26 November 2012, 15:25 WIB
Hartati Murdaya Curhat ke Titiek Puspa
titiek puspa/ist
rmol news logo . Artis sekaligus penyanyi senior Titiek Puspa mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Senin (26/11) untuk memberikan dukungan kepada pengusaha Hartati Murdaya yang menjadi tersangka kasus Buol.

Dalam kesempatan ini, dia menyatakan yakin KPK dapat mengungkapkan kasus Buol dengan seadil-adilnya.

Aktris tiga zaman ini berada di ruang kunjungan tahanan sedikitnya selama satu setengah jam. Ia menjelaskan, sempat saling mencurahkan rasa rindu dengan Hartati Murdaya, dan keduanya sempat makan bersama.

“Tadi sebenarnya aku sudah mau keluar tapi sama beliau ngga boleh dulu. Yah, memang saya sendiri juga masih kangen dan ternyata dia juga masih rindu, ya sudah sampai habis (waktu kunjungan) barulah saya keluar,” kata Titiek usai membesuk Hartati di depan Rutan KPK.

Ketika ditanya apa materi pembicaraan dengan Hartati, dia bilang hanya curhat saja sebagai dua orang sahabat. Tidak ada pembicaraan tentang kasus Buol yang kini sedang menimpa Hartati, karena dirinya tidak mau ikut campur soal materi perkara.

“Saya percaya Bu Murdaya, aparat hukum, dan semua pihak terkait akan dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik. Saya yakin Tuhan akan memberikan jalan yang benar, supaya semuanya jelas ya,” katanya seraya menyampaikan harapan agar persidangan atas Hartati nantinya dapat berjalan adil dan lancar.

Ketika ditanya tanggapannya terhadap KPK dalam menangani kasus Buol ini, Titiek Puspa menyatakan bahwa dirinya yakin KPK memiliki cara sendiri untuk mengungkapnya.

“Semuanya tentu punya harapan baik, masing-masing supaya baik dan melaksanakan apa yang harusnya dilaksanakan. Kami percaya bahwa nanti tangan Tuhan yang akan ikut menyelesaikan perkara ini," tandasnya.

Hartati Murdaya kini ditahan oleh KPK karena diduga tersangkut kasus Buol. Dalam persidangan sebelumnya terungkap kasus tersebut bermula dari ulah mantan Bupati Buol Amran Batalipu yang meminta dana kepada PT Hardaya Inti Plantation (HIP). Hartati akhirnya menyetujui pemberian dana sebesar Rp1 milyar untuk biaya keamanan karena perusahaannya sedang diblokade massa, namun KPK menuduhnya sebagai suap. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA