Direktur Utama PT Duta Sari Citralaras Mahfud Suroso membantah tudingan perusahaannya menjadi subkontraktor proyek Hambalang karena titipan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum."Saya jamin itu tidak ada kaitannya dengan Anas. Saya mulai mendapatkan proyek dari 1992 sampai sekarang ini masa mendapatkan proyek dari Anas," kata Mahfud usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Sadi, Jakarta Selatan, Senin (19/11).
Dia tegaskan Anas tidak tahu soal proyek Hambalang, apalagi mengenai prosedur tender di perusahaan BUMN seperti PT Adhi Karya, PT PP, PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya sudah melalui ISO. Sehingga prosesnya tidak bisa diintervensi dari atasan atau pihak luar.
"Proyek mekanikal elektrikal itu untungnya sedikit. Kalau untungnya banyak akan dikerjakan sendiri (oleh Adhi Karya). Seluruh gedung di Jakarta itu pasti pekerjaan mekanikal elektrikal itu disubkontrakkan," terangnya.
Dia juga tegaskan perusahaannya berpengalaman mengerjakan urusan mekanikal elektrikal, seperti yang dikerjakannya dalam proyek Hambalang. Perusahaannya memang profesional bergerak di bidang mechanical elektronik.
"Background saya adalah teknik elektro. Pengalaman-pengalaman gedung yang saya kerjakan bukan perusahaan abal-abal, bukan fiktif," imbuhnya. [dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: