Dicuekin Anggota Koalisi, Nasib Setgab Sudah Tamat?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 07 Agustus 2012, 12:51 WIB
Dicuekin Anggota Koalisi, Nasib Setgab Sudah Tamat?
rmol news logo Lama tak terdengar kabarnya, sekretariat gabungan (Setgab) kini ibarat telur di ujung tanduk. Koalisi bentukan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY sudah dicuekin partai-partai koalisi yang tergabung di dalamnya.

Sikap cuek ini salah satunya ditunjukkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Partai berlambang matahari ini juga menyebut Setgab sudah tamat. Sudah tidak ada lagi koordinasi.

"Setgab sudah selesai," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kemarin, seperti dilansir Harian Rakyat Merdeka.

Bima menilai, keberadaan Setgab sudah tidak mampu lagi memberi manfaat bagi partai-partai yang ada. Selama dibentuk, Setgab dipandang tidak ada kemajuan dan membawa manfaat bagi partai. "PAN tidak tertarik lagi bahas Setgab, revitalisasi Setgab cuma mimpi di siang bolong saja," katanya.

Kendati demikian, ia mengaku, PAN belum keluar dari Setgab. Hanya saja, PAN kini enggan menjadikan Setgab sebagai tempat untuk berkoordinasi partai-partai yang mendukung pemerintahan SBY-Boediono.

Kata Bima, Setgab kini hanya tersisa nama saja. Parpol yang ada di dalamnya dibiarkan saja mencari identitasnya. Apalagi, jelang pemilu 2014. Tentu, kinerja dari parpol dan pejabat publik dari parpol seperti menteri dan anggota legislatif, akan menjadi penilaian masyarakat.

Sebelumnya, pendapat senada dilontarkan politisi Partai Golkar Hadjrianto Tohari. Dia menilai, Setgab sudah tinggal nama. "Suaranya saja tinggal sayup-sayup sampai, apalagi nilai strategisnya,” kata Hadjriyanto beberapa waktu lalu.

Setgab yang dibentuk setelah mega skandal Bank Century, sudah tidak dianggap lagi. “Saya rasa bagi partai-partai politik anggota Setgab pun gradasi relevansi kehadiran setgab partai-partai pendukung pemerintah juga sudah sangat rendah,” ujarnya.

Beda dengan awal-awal pemerintahan, kata Hadjri, Setgab kini sudah tidak memiliki daya tawar. Sebelumnya, Setgab seolah menjadi pembenaran dari kebijakan pemerintah ketika mendapat sikap pro-kontra di tengah-tengah partai koalisi.

Ia menambahkan, Setgab juga tidak lagi menjadi tempat menyatukan persepsi.

"Posisi tawar parpol-parpol di Setgab juga sudah merosot tajam. Sudah nggak ngaruh, istilah orang sekarang,” tandasnya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang beberapa kali berbeda sikap politik dengan Setgab punya penilaian sama. “Saya pikir ada benarnya argumen Bima Arya,” ujar Ketua DPP PKS Nasir Djamil melalui pesan singkatnya kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Nasir, Setgab memang sejak awal tidak didesain untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di pemerintah dan DPR.  "Yang terjadi justru muncul aturan-aturan yang menafikan keberadaan partai-partai yang ada di Setgab," kata pria asal Aceh ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA