KORUPSI AL QURAN

Wakil Menteri Agama Sempat Kaget, Tapi Janji Patuh Hukum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 22 Juni 2012, 12:09 WIB
Wakil Menteri Agama Sempat Kaget, Tapi Janji Patuh Hukum
nasaruddin umar/ist
RMOL. Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengaku sangat keget mendengar kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kitab suci Al Quran yang terjadi kala dirinya masih menjabat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

"Saya kaget, apalagi nama saya disebut," kata Nasaruddin saat konfrensi pers pagi ini di lantai 3, kantor Kementerian Agama, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat, (22/6).

Guru Besar Ilmu Tafsir ini juga meminta KPK tidak sungkan menyelidiki kasus memalukan itu.

"Pokoknya kami terus mendukung KPK, apapun temuannya kami akan berterima kasih," lugasnya.

"Saya dan Kementerian Agama siap mengawal 24 jam kasus ini. Kalau saya dan anak buah saya terlibat, saya akan patuh pada hukum," tambahnya

Konferensi pers ini berlangsung sekitar 20 menit, dan Nasaruddin didampingi Sekjen, Dirjen Bimas Islam serta Dirjen Pendidikan Agama Islam.

KPK tengah mendalami dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama. Diduga, pengadaan tersebut merugikan uang negara hingga puluhan miliar rupiah.

Proyek pengadaan Al-Quran dilakukan pada tahun 2011. Ketua KPK, Abraham Samad, memastikan proyek pengadaan tersebut sudah mengarah pada kerugian negara. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA