"Saya kaget, apalagi nama saya disebut," kata Nasaruddin saat konfrensi pers pagi ini di lantai 3, kantor Kementerian Agama, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat, (22/6).
Guru Besar Ilmu Tafsir ini juga meminta KPK tidak sungkan menyelidiki kasus memalukan itu.
"Pokoknya kami terus mendukung KPK, apapun temuannya kami akan berterima kasih," lugasnya.
"Saya dan Kementerian Agama siap mengawal 24 jam kasus ini. Kalau saya dan anak buah saya terlibat, saya akan patuh pada hukum," tambahnya
Konferensi pers ini berlangsung sekitar 20 menit, dan Nasaruddin didampingi Sekjen, Dirjen Bimas Islam serta Dirjen Pendidikan Agama Islam.
KPK tengah mendalami dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama. Diduga, pengadaan tersebut merugikan uang negara hingga puluhan miliar rupiah.
Proyek pengadaan Al-Quran dilakukan pada tahun 2011. Ketua KPK, Abraham Samad, memastikan proyek pengadaan tersebut sudah mengarah pada kerugian negara.
[ald]
BERITA TERKAIT: