Kementerian Luar Negeri menyampaikan, ketiga jenazah akan dipulangkan dari Istanbul, Turki, menggunakan penerbangan Turkish Airlines TK 056 dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 Maret 2026 pukul 17.35 WIB.
Setibanya di Tanah Air, prosesi penyambutan akan dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan di taman makam pahlawan.
Ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu 29 Maret 2026, saat Kopda Farizal Rhomadon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Sehari kemudian, dua prajurit lainnya gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal. Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Muhammad Nur Ichwan menjadi korban dalam insiden tersebut.
Rangkaian kejadian ini menunjukkan meningkatnya risiko keamanan di wilayah penugasan pasukan perdamaian yang sebelumnya relatif stabil.
Sebelum dipulangkan ke Indonesia, ketiga prajurit telah mendapatkan penghormatan terakhir dalam upacara militer di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut, pada Kamis, 2 April 2026.
Upacara tersebut dipimpin oleh Force Commander sekaligus Head of Mission UNIFIL, Diodato Abagnara, serta dihadiri perwakilan pemerintah Indonesia, pejabat militer Lebanon, dan kontingen internasional.
Dalam prosesi itu, ketiga prajurit dianugerahi medali kehormatan secara anumerta dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan mereka dalam misi kemanusiaan global.
BERITA TERKAIT: