Kegiatan SAR gabungan tersebut dilaksanakan sesaat usai Basarnas menerima laporan adanya insiden tenggelamnya kapal penumpang di perairan Bibinoi, Halsel.
Kapal KM Indriani dengan diketahui berlayar dari Pelabuhan Umum Babang menuju Piharaja, Kabupaten Halsel. Kapal mengangkut total 63 orang, terdiri dari 59 penumpang dan 4 Anak Buah Kapal (ABK).
Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan satu korban meninggal dunia serta satu orang dinyatakan hilang. Sementara penumpang lainnya berhasil dievakuasi ke darat oleh kapal dan perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos TNI AL Bacan, Basarnas Halsel, Babinsa Kodim 1509/Labuha, serta personel Satpolairud Bacan.
Tenggelamnya KM Indriani diduga disebabkan oleh kombinasi kendala mesin, kondisi cuaca dengan gelombang laut yang cukup tinggi, serta kelebihan muatan kapal. Selain itu, kurangnya pengawasan terhadap muatan dan jumlah penumpang turut menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan laut tersebut.
Keterlibatan TNI AL dalam operasi SAR gabungan ini sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk terus senantiasa hadir dalam setiap operasi kemanusiaan, khususnya bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam upaya pencarian korban untuk memberikan dukungan maksimal demi keselamatan jiwa manusia.
BERITA TERKAIT: